Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan. Lukas, 17:10
Salve
Salam damai sejahtera dalam kasih Yesus Kristus,
Puji dan Syukur saya haturkan bagi Allah yang maha rahim,
karena ia telah berkenan memelihara
panggilan hambaNya
Yubilaris
Sr. Maria Anfrida, PRR
Putri sulung Bapak Matheus Beda Making (Alm) & Ibu Yustina
Counting The Date
00Hari
00Jam
00Menit
00Detik
Misa Syukur
Sabtu, 06 Juli 2024
17.00 WITA - Selesai
Gereja Katolik Santo Eugenius de Mazenod – Tanjung Redeb
Jl. APT. Pranoto, Karang Ambun, Kec. Tj. Redeb, Kab. Berau
Perayaan Syukur
Sabtu, 06 Juli 2024
19.00 WITA - Selesai
Aula Xevalier – Gereja Katolik
Jl. APT. Pranoto, No. 766, Kel. Tanjung Redeb, Kab. Berau
Tempat Acara
Gereja Katolik St. Eugenius de Mazenod – Tg. Redeb
Saya Sr. Maria Anfrida PRR dengan nama
kecil Martha Regina dan sapaan manis
“Igin” dilahirkan 51 Tahun yang lalu,
tepatnya di Malinau (Kalimantan Utara)
pada 01 Oktober 1973 dari Ayah Matheus
Beda Brewu Making (Alm) dan
Ibu Yustina Isten Ibit, Tahun 1985 Ayah saya
meninggal dunia dalam tragedi kecelakaan
lalu lintas di perusahaan Labanan, setelah
kepergian beliau saya dan adik-adik
bertumbuh dalam kasih sayang oleh Ibu
dan ayah sambung Bapak Paulus Payong
Lamatapo (Alm) dan pada tahun 2015,
ayah sambung pun akhirnya kembali
ke tahta sang khalik.
Saya puteri sulung dari 3 (tiga) adik-adik saya:
Nor Berta, Marselinus Belay Making dan
Stefani Carolina Kewa. Pada Tahun 1995,
tepatnya di bulan Mei tahun 1995,
atas keteladanan dan kesaksian hidup para
suster PRR yang bertugas di Paroki
St. Eugenius de Mazenod Tanjung Redeb,
saya terpanggil untuk mengikuti
panggilan Tuhan dalam cara hidup membiara
dalam Kongregasi Puteri Reinha Rosari dan
menjalani masa pembinaan dan pendidikan
calon suster selama 2 tahun di Kuwu,
Manggarai dan 2 tahun di Larantuka,
Flores Timur, NTT. Dan pada tanggal 29 Juni 1999
saya mengikrarkan kaul pertama.
Inilah persembahan terbesar dan terindah dari
saya dan keluarga.
Perjalanan Panggilan
Menjalani tugas sebagai suster Yunior
pada Agustus 1999, saya di utus ke Timor Leste
yang sedang dalam masa referendum,
sampai dengan tahun 2004.
Dan pada Agustus 2004 saya mendapat
mutasi tugas ke Biara Pusat sebagai
Staf Keuangan Kongregasi hingga tahun 2007.
Dan setelah menjalani masa
pembinaan probasi di Biara Pusat
selama 6 (enam) bulan, akhirnya
saya memutuskan untuk menjadi
anggota kekal Kongregasi PRR.
Tepat 01 Juli 2007 saya mengikrarkan
Kaul Kekal dan pada saat itu dalam
sambutan Pemimpin Umum Kongregasi PRR
saya mendapat tugas
melanjutkan studi di Jogjakarta di salah
satu Perguruan Tinggi swasta STIE YKPN
Jurusan Akuntansi, hingga Maret 2011.
Setelah mendapat profesi Accounting,
saya kembali bertugas sebagai Tim keuangan
kongregasi Pusat di Larantuka dengan posisi
Wakil Ketua dan Koordinator Wirausaha
se-Kongregasi PRR hingga Juli 2021
25 Tahun sebagai Hamba
Setelah 16 tahun berkarya sebagai
Tim keuangan kongregasi Pusat di Larantuka,
akhirnya pada Desember 2020,
saya mendapat tugas baru di Merauke
tepat pada 30 Juli 2021, saya Tiba
di merauke dan mendapat tugas sebagai
Kepala Keuangan Rumah Sakit Bunda
Pengharapan Merauke hingga saat ini. Januari 2023 saya terpilih menjadi
Wakil Pemimpin PRR Regio Papua
Periode 2023-2025.
Dalam ketataan dan kerendahan hati
akhirnya semua tugas perutusan ini
saya jalani dengan iman yang teguh sembari berseru:
“Kami adalah hamba-hamba
yang tidak berguna;
kami hanya melakukan
apa yang kami harus lakukan”
(Lukas 17:10)
Galeri Foto
Doa Kerendahan Hati
Allah yang Mahatinggi, Putra Mu Yesus telah memberikan teladan kerendahan hati yang tiada tara.
Walaupun Allah, Ia telah menghampakan diri-Nya, mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
Dan dalam keadaan-Nya sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dengan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
Terima kasih, ya Bapa, atas teladan Yesus ini.
Berilah kami semangat Yesus sendiri, agar dengan rendah hati kami menganggap orang lain lebih utama daripada kami sendiri.
Bebaskanlah kami dari kesombongan, dan berilah kami ketabahan kalau karena nama-Mu kami direndahkan.
Semoga kami tidak sakit hati kalau kami kurang dihargai atau kurang dihormati, kalau kami diabaikan atau dilupakan.
Sebaliknya, semoga kami ikut bahagia kalau orang lain berhasil dan mendapat pujian serta penghargaan.
Ya Bapa, jadikanlah hati kami seperti hati Yesus yang lembut dan rendah hati. Sebab Dialah Tuhan, pengantara kami. Amin.